Icom IC-R3

Icom IC-R3

Icom IC-R3. Semula saya tidak berminat untuk mendapatkan barang ini. Tapi begitu melihat ada yang jual Receiver ini maka saya tergelitik untuk mencoba memilikinya. Oh ya Icom IC-R3 ini adalah receiver, artinya hanya bisa menerima frekwensi saja tidak bisa transmit

Setelah saya mendapatkan barang ini yang pertama saya rasakan adalah batrenya yang boros terutama jika layar utama dihidupkan. Jadi untuk stanby waktu lama saya pakai adaptor external. Saya juga kurang “ngeh” karena adaptor/charger bawaanya hanya 110V. Dan layar yang ada mode NTSC. padahal TV diindonesia adalah mode PAL. Begitu dicoba untuk TV saya katakan sangat tidak bagus dan tidak sensitif. Jauh lebih peka HP TV saya yang merek china. Dengan Icom R-3 ini sinyal sangat lemah walau antena sdh dipanjangkan dan dirubah-rubah posisinya. Sedang dengan HP TV sdh didapat sinyal clear dengan posisi sama. Gambar yang didapat sangat banyak semutnya, frekwensi suara tdk sinkron dengan gambar. Apalagi dengan mode NTSC jelas yang didapat hanya gambar hitam putih saja.

Hmmmm saya penasaran dengan CCTV yang dijalan-jalan itu. maka saya bawa IC-R3 ini jalan-jalan. sambil scanning-scaning di seputar 2,4GHz. Tapi lagi-lagi tidak dapet apa-apa. Mungkin karena waktu itu saya posisi berjalan, tidak berhenti didekat kamera CCTV. Kalau discan dari rumah tdk dapet menangkap apa-apa. Saya pernah perpikiran iseng… hehehhehe mungkin hotel-hotel di jogja ada yang pasang kamera tersembunyi. Mau saya scan sekali-kali. Tapi belum sempat-sempat. Weeewwww… siapa tahu dapat pertunjukan Live!

Untuk menerima frekwensi HF/VHF/UHF masih kalah atau sama dibanding dengan yaesu VX3R saya. Padahal ini namanya Receiver, dalam pikiran saya pasti receivenya lebih OK. Saya ganti dengan antena Diamond RH-599 ada peningkatan sedikit. Saya heran waktu scanning di 1,2 GHz didapat frekwensi radio. Mungkin ini Harmonic Frekwensi. Untuk penerimaan di 850 MHz Icom IC-R3 lebih peka dari yaesu VX3R, dengan antena sama dan posisi yang sama.

Untuk modulasi penerimaan cenderung cempreng. Dan volume speker tdk segarang icom lainya. Lebih empuk Yaesu VX7R.

Kesimpulanya saya tidak puas memiliki perangkat ini. kalau hanya untuk memonitor 1-999 Mhz dengan yaesu VX7R atau sejenisnya sudah bisa. Bisa TX lagi. Frekwensi diatas 1 GHz saya rasa hanya sia-sia, karena disitu nyaris ga ada apa-apa. Adanya di 2,4GHz untuk wireless video. Wireless video (Hiden cam, CCTV, dll) bekerja di 900 MHz, dan 2,4GHz. Pesawat ini terlalu besar, boros batre. casing terkesan mudah pecah.

Kelebihan Perangkat ini adalah:

  • Dual layar. yang satu cukup besar. TFT 2″
  • Frekwensi sangat lebar, sampai 2,4 GHz
  • Bisa scanning video, jd bisa tahu hidden cam, CCTV waireless, dll. Bisa ngintip orang hehehhe
  • Ada video output yang dapat disambungkan dengan TV.

Kekuranganya adalah:

  • Bodinya bongsor, gak enak diajak jalan-jalan
  • Batre boros tenan. Kalau layar utama dinyalakan paling hanya tahan 1 jam
  • Tidak ada mode SSB. Harusnya kelas Receiver harus ada SSB nya.
  • Antena modelnya jelek modelnya, model lipat.
  • TV tidak peka
  • Tidak ada tombol Numeric, susah jika pilih frekwensi
  • Harga yg masih mahal. mending beli IC-R10 (bisa SSB) + HP TV… hehehhe