Pesawat ini lebih kecil dari Icom IC-2200H punya saya. Bentuknya compact, Desainya kokoh dan bagus. Yang menjadi nilai postif adalah speaker ada di depan.

Review perangkat ini setelah saya coba untuk dihidupkan.

Kelebihanya:

  • Desain kompak, elegan, terkesan mewah. Apalagi jika ditaruh di mobil, akan terkesan rapi
  • Power 60 W saya kira sdh cukup untuk mengudara. Dengan power 60W saya bisa ngobrol dengan Kota Jogja bagian timur dan muntilan yang jaraknya sekitar 130-140 KM.
  • Speker ada di depan, jadi kalau mau dijadikan base station tdk perlu braket. Beda dengan Icom IC-2000/ IC -2100 / IC-2200H yang speker dibawah. Sangat menyebalkan, hrs pakai braket.
  • Modulasi yang diterima lebih bagus dari RIG merek lain yang pernah saya gunakan (Icom, Alinco, yaesu).
  • Pengaturan menu mudah dan simple. Tanpa melihat manual, saya langsung bisa mengoperasikan semua fiturnya.
  • Military spec, kokoh tahan guncangan.

Kekuranganya:

  • Pesawat cepat sekali panas, walau dengan LOW (25 W)
  • Hanya ada 2 mode power, LOW (25W) dan High (60W). Tentu hal ini sangat menyebalkan bagi saya. Untuk mengudara lokalan sebenarnya cukup 5 atau 10 watt cukup. Dengan HT 5 Watt saya bisa mengudara 20-30 KM. Dengan mode power ini kita lebih boros listrik PLN.
  • PTT terasa lebih keras. Sering saya tanpa sengaja PTT terlepas waktu berbicara.
  • LCD lebih kecil dari RIG model lain. Tetapi tetap mudah terbaca
  • Konektor MIC model RJ, sangat menyebalkan. Mudah lepas. Saya lebih menyukai model ulir spt RIG model lama atau punya Alinco DR135.
  • Menurut beberapa lawan bicara saya, modulasi agak tertinggal. Sinyal sangat kuat tetapi suara kurang keras. Mungkin ini Mic kurang pas saja. Saya tdk berani mebuka MIC nya. Semua masih segel.

Secara umum saya sangat menyukai KENWOOD TM-271 A ini. Puas saya memakainya.

Sekedar saran buat pemakai TM-271, gunakan selalu kipas untuk mengurangi panas pada bodi pesawat.

Rencana perangkat ini akan saya pakai sebagai salah satuhome base station di rumah saya.