Pengertian AMPLITUDO Modulasi (AM)

Modulasi amplitudo mempunyai pengertian yaitu metode modulasi di mana amplitudo gelombang carrier (pembawa) dibuat bervariasi menurut harga sesaat dari sinyal pemodulasi. Dengan kata lain, bila gelombang pembawa dimodulasikan ke amplitudo, maka amplitudo bentuk gelombang tegangan pembawa dibuat berubah sesuai dengan tegangan yang memodulasi. Jenis modulasi ini kemudian disebut sebagai modulasi amplitudo (AM).

Dalam sistem modulasi amplitudo sinyal suara ditumpangkan pada frekuensi pembawa yang berupa gelombang radio, sehingga pada sistem ini amplitudonya yang berubah-ubah. Kelemahan sistem modulasi amplitudo adalah mudah terganggu oleh derau cuaca, akan tetapi modulasi amplitudo ini dapat menjangkau jarak jauh dan dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer. Bentuk gelombang termodulasi AM dapat dilihat pada gambar .

Keluaran osilator ini kemudian masuk ke bagian frequency multipier (pengali frekuensi) untuk menambahkan atau mengurangi besarnya frekuensi yang terdapat pada bagian frequency multipier ini. Dan selanjutnya diberikan ke bagian power amplifier untuk dipancarkan.

Namun dalam penggunaan telemetri pita lebar, jaringan penggandeng, penyesuai dan tapis dapat mengubah amplitudo dan fase pita sisi sinyal AM, yang mengakibatkan distorsi. Tapis yang digunakan untuk membatasi lebar pita sinyal dalam penggunaan telemetri pita lebar mengakibatkan modulasi amplitudo dalam sinyal akibatnya tidak adanya pita sisi yang tersaring. Namun tingkat-tingkat penguat mode campuran kelas C dapat memotong sinyal yang membangkitkan pita sisi di luar pita lewat tapis.

Panjang gelombang adalah jarak antara titik-titik berfase sama dalam siklus-siklus berurutan yang diukur dalam suatu waktu dalam arah penjalaran dan perambatan gelombang. Panjang gelombang sama dengan jarak yaang ditempuh oleh gelombang dalam satu periode osilasi. Untuk gelombang elektromagnetik, hubungan antara panjang gelombang (?) dan frekuensi gelombang (f) adalah sebagai berikut :

? = v ? f

dimana:

l = panjang gelombang (m)

v = kecepatan gelombang (m/s)

f = frekuensi gelombang (Hertz)

untuk kecepatan penjalaran 10 x 10 m/detik gelombang dengan frekuensi satu MHz memiliki panjang gelombang 1000 meter. Spektrum frekuensi informasi adalah 20 Hz – 20 MHz. Agar dapat memberikan informasi diperlukan proses modulasi.

Dalam Modulasi Amplitudo, apabila gelombang pembawa (fo) dimodulasikan oleh sinyal informasi yang berfrekuensi 30 Hz sampai 15 kHz maka akan dihasilkan lebarbidang samping atas dan bawah. Kedua lebarbidang tersebut sama dengan lebar gelombang sinyal informasi. Apabila tidak terjadi modulasi, frekuensi gelombang AM sama seperti frekuensi gelombang pembawa (fo). Apabila gelombang pembawa dimodulasikan, lebarbidang frekuensi gelombang AM diperpanjang antara batas atas dan batas bawah dari lebarbidang samping atas dan lebarbidang samping bawah. Batas perpanjangan maksimum sama dengan dua kali frekuensi sinyal informasi maksimum. Lebar bidang gelombang AM ini ditentukan oleh lebarbidang sinyal informasi dan disebut sebagai lebar lebarbidang yang dimiliki. Oleh karena itu, apabila sinyal yang dipancarkan mempunyai lebarbidang frekuensi dari 30 Hz sampai 15 kHz, gelombang termodulasi memiliki lebarbidang 30 kHz. Sedangkan untuk amplitudo gelombang AM, makin besar amplitudo sinyal informasi amplitudo sinyal pembawa juga makin besar dan sebaliknya.

Penerima AM berfungsi untuk mendapatkan kembali sinyal informasi sinyal termodulasi amplitudo yang telah diterima. Pada sistem ini menggunakan teknik PLL (Phase Locked Loop) yang merupakan pengunci atau menyamakan fase sinyal yang diterima yaitu dengan cara membandingkan lebarbidang sinyal yang diterima (sinyal termodulasi amplitudo) dengan sinyal hasil proses looping dari rangkaian PLL itu sendiri

Hasil proses perbandingan ini berupa harga amplitudo sinyal informasi, dimana bila sinyal termodulasi amplitudo mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal hasil proses looping, maka amplitudo sinyal keluaran PLL akan naik dan sebaliknya.

Pembanding fasa berfungsi sebagai pembanding antara frekuensi sinyal termodulasi amplitudo dengan sinyal fo, kemudian diberikan ke bagian loop tapis untuk diperoleh tegangan DC yang merupakan keluaran dari PLL.

Sedangkan bagian VCO (voltage controlled oscillator) berfungsi sebagai pengubah tegangan DC yang merupakan keluaran loop tapis menjadi suatu sinyal yang mempunyai frekuensi tertentu.

Dalam Modulasi Amplitudo, apabila gelombang pembawa (fo) dimodulasikan oleh sinyal informasi yang berfrekuensi 30 Hz sampai 15 kHz maka akan dihasilkan lebarbidang samping atas dan bawah. Kedua lebarbidang tersebut sama dengan lebar gelombang sinyal informasi. Apabila tidak terjadi modulasi, frekuensi gelombang AM sama seperti frekuensi gelombang pembawa (fo). Apabila gelombang pembawa dimodulasikan, lebarbidang frekuensi gelombang AM diperpanjang antara batas atas dan batas bawah dari lebarbidang samping atas dan lebarbidang samping bawah. Batas perpanjangan maksimum sama dengan dua kali frekuensi sinyal informasi maksimum. Lebarbidang gelombang AM ini ditentukan oleh lebarbidang sinyal informasi dan disebut sebagai lebar lebarbidang yang dimiliki. Oleh karena itu, apabila sinyal yang dipancarkan mempunyai lebarbidang frekuensi dari 30 Hz sampai 15 kHz, gelombang termodulasi memiliki lebarbidang 30 kHz. Sedangkan untuk amplitudo gelombang AM, makin besar amplitudo sinyal informasi amplitudo sinyal pembawa juga makin besar dan sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa jenis modulasi amplitudo :

Sumber : (Idris,Kamal.1996) & Shato media online

7 tanggapan pada “Pengertian AMPLITUDO Modulasi (AM)”

  1. Thanks bro kunjunganya….
    Hehehehe tawaran bagus, tp saya tak bertapa dulu di gunung telomoyo.
    Sukses juga buat RAPI wilayah jakarta. Situs resminya juga bagus dan informatif (www.jz09zwp.net).
    Ditunjang adminya yg emang prof di radio dan IT….

  2. MBah dengan segala kekurangannya pada Mode AM. Kenapa radio penerbangan (AIR BAND) memakskan diri menggunakan mode AM. Pasti sejarah dan pertimbangan lain. Tolong dijelasin. Googling belum bisa menjawan. Tnx U

  3. Air band menggunakan mode AM… betul sekali.
    Dilihat sejarahnya, jaman bahula kan FM blm populer tuh. Semua masih pakai AM, dari radio broadcast sampai militer.
    Jadi pesawat terbang kala itu pasti menggunakan AM juga. Pilot2 jaman dulu pasti kupingnya panas jika terbang, Kuping ditutupi headphone dengan modulasi yang banyak desisnya. Waktu blm ada filter spt SSB, jd modulasijelek. tahu sendiri ya, frek AM didekatkan mesin.

    Kalau sekarang yang di HF band masih dipakai dah jelas untuk jangkauan yang luas. Misal pesawat diatas samudra pasifik, tdk mungkin akan terjangkau oleh VHF AM. Krn VHF gelombangnya terbatas tdk bisa dipantulkan lapisan atmosfir. Maka digunakan HF band yang jangkauanya sangat luas. Tentu modulasi yang dihasilakan jelek. Tp filter2 yang dipasang bagus, jd kuping tdk terlalu budek.

    Kalau yg penerbangan jarak pendek menggunakan VHF mode AM kenapa?
    Karena semakin tinggi frekwensi, modulasi yang dihasilkan makin jernih tp jangkauan semakin dekat, baik AM atau FM. Seperti kita tahu VHF tdk bisa dipantulkan lapisan atmosfirr.
    Karena di VHF modulasi jauh lebih bagus dari HF (pasti) maka dipakailah frekwensi VHF. Untuk pemilihan mode AM dikarenakan sifat gelombang AM yang bisa lebih mengikuti tekstur bumi dibanding FM. Maka mode AM cenderung lebih jauh jangkauanya dibanding FM di frekwensi sama.
    Lihat karakteristik gelombang carrier (pembawa) di artikel di blog ini.
    Untuk modulasi memang lebih bagus FM dari pada AM.
    Demikian, mohon koreksinya jika salah. Saya juga masih cari referansi untuk ini.

Tinggalkan Balasan

Silahkan Masukan jawaban pertanyaan ini, tulis dalam ANGKA saja *