Akir-akir ini marak terhadap berita tentang perseteruan Indonesia – malingsia.
Dari kasus pencurian kebudayaan, kekerasan terhadap TKI diluar negeri sampai yang terakir kasus penangkapan petugas kelautan Indonesia terhadap malaysia.
Petugas Indonesia di sana di pukul dan diperlakukan sebagai tahan, sedangkan nelayan malaysia tdk diapa-apakan. kal tersebut terungkap dalam dengar pendapat antara petugas kelautan dan DPR.
Tapi sayang pemerintah tdk cepat tanggap. Hal ini ditunjukan oleh sikap kementrian Luar negeri yang menyatakan bahwa petugas kelautan waktu ditangkap diperlakukan dengan sangat manusiawi tdk seperti tahanan.
Tapi kenyataanya jauh berbeda, dari keterangan di DPR mereka sempat di sel dan dipukul serta ada bekas luka memar di kepala.
Aneh kenapa kementrian LN malah menutupi hal itu?
Kemungkinan tujuanya adalah untuk meredam gejolak dalam negeri tentang sentimen anti malingsia. Tapi kenapa harus menyembunyikan fakta?

Dalam salah satu situs yang dibuat oleh orang malingsia, disitu jelas kata-katanya sangat menghina bangsa Indonesia.
Semula saya msh diam-diam, namun setelah membaca tulisan-tulisan di web tersebut maka ada suasana tidak enak hati dan geram. Terutama mereka dalam menggubah lagu Indonesia Raya. Berikut cuplikan gubahan tersebut:

Indonesial tanah cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial miskin
…. dst

Dalam hal ini, kita sebagai warga negara indonesia tentu sangat marah membacanya.
Marilah kita laporkan ramai-ramai ke google sebagai penyedia layanan blog tersebut. Kalau perlu kita hack saja.
Adapun alamat situsnya adalah http://www.indonbodoh.blogspot.com/

Silahkan membaca lebih lengkap, dan cermati sendiri.