Yogyakarta kota dengan kenangan abadi

Jogja… Adalah kota yang sangat berarti bagi saya.
18 Tahun saya hidup di jogja. Bukan waktu yang pemdek. Liku-liku kehidupan sdh saya jalani semua di kota gudeg ini.
Berbagai kenangan silih berganti terbayang saat ini. Kehangatan masa-masa lalu sampai pahitnya kehidupan di jogja.
Hanya bisa terpana dan merenung sedih mendalam mengingat kenangan-kenangan manis bersama sahabat-sahabat di masa lalu. Juga bersama para mantan kekasih yg kini semua entah kemana.
Di kota ini jelas pribadi saya terukir…. tiada akan pernah saya pungkiri.
sejak tahun 1990 saya sudah di jogja, waktu itu saya masuk salah satu SMA di kota jogja.
Tiada kata yang sanggup saya gambarkan disini…. bahagia, pilu dan yang jelas rindu….
Tapi hidup bukan untuk masa lalu, hidup untuk masa kini dan masa depan….

===================================================
Sekelumit sajak dari om ebiet yang mewakili jiwa saya ketika menginjak kembali kota tercinta:

Seperti debu, tajam menerpa mata
Aku tersentak dari lamunan
ketika kubuka tirai jendela

Seperti angin, lembut menyusup jiwa
Aku terpejam, kuhirup nafas dalam
di gerbang kotaku… Yogyakarta

Hari ini aku pulang, hari ini aku datang
bawa rindu, bawa haru, bawa harap-harap cemas
Masihkah debu jalanan menyapa gerak langkahku?
Masihkah suara cemara mengiringi nyanyianku?

Seperti bintang diam menunggu fajar
Aku berfikir untuk membangunkanmu
Bergumul dengan gelora nafasmu

Di sini aku ditempa, di sini aku dibesarkan
Semangatku, keyakinanku, keberadaanku pun terbentuk
Masih aku pelihara kerinduanku yang dalam

Setiap sudutmu menyimpan derapku…. Yogyakarta
Setiap sudutmu menyimpan langkahku…. Yogyakarta

Gambar diatas adalah tugu jogja. Saya ambil di malam hari ketika melintas jogja. Hmmm tugu ini sudah ratusan tahun usianya.

Gambar diatas saya ambil ketika melintas bersama anak istri tercinta.

Jogja Never Ending Story…. Jogja Cerita Tiada Akir…

 

8 tanggapan pada “Yogyakarta kota dengan kenangan abadi”

  1. Ceritane lg nostalgia Mbah? Nek bali neng Jogja maneh, ojo lali mampir nggonku yo Mbah. Mengko tak ke’i Bakpia. he..he..he

  2. Saya rumahnya di Pathuk Jogja mbah….kalau panjenengan ngertos Bakpia 75 (ingkang lawas)…depan bakpia 75 ada gang mbah…terus masuk aja 50m….Bakpia 527 (numpang promosi nich he..he..he). mampir nggih mbah

    1. @mas anang: wahhhh kalau ke jogja hrs mampir neh. Biar dapat oleh2 bakpia patuk. Nanti di iklankan di telomoyo hehehehehehe
      Ok mas, jika berkenan nanti jk ada waktu saya tak merapat. Semakin banyak kenal orang, saya semakin senang.
      Banyak teman banyak rezqi

  3. jogja skrng makin rame n ruwet mbah jalan2nya…q dl tinggal di jl monjali.dl jlnya masih lengang n skrng dh rame ruwet minta ampun..akhirnya gk tahan rumah dijual n keluarga pindah tinggal agak pelosok.he2…

  4. @Om aswanto: welah dalah di monjali tho, terakir saya kalau ke jogja selalu nginep di rumah teman di monjali juga.

    Iya ingat jaman dulu om, kalau malam lewat ringroad utara ngeri. Sepiiiiii and serammmmm….
    skr lha dalah….

  5. Budi pekerti baik, integritas, dan bagian bagian penting dalam diri kami ditempa di bawah bimbingan orangtua di dalam keluarga.

  6. teringat juga aq akan jogjakarta……..
    kenangan yg tak bisa terlupakan
    salam kenal mbah paijo

Tinggalkan Balasan

Silahkan Masukan jawaban pertanyaan ini, tulis dalam ANGKA saja *