Icom IC-P7A review

Icpm IC-P7A
Saya dapat HT ini dari seorang teman baik di wilayah Jl. Keramat Raya, jakarta pusat. HT yang belum pernah saya miliki sebelumnya.
Begitu sampai, kesan pertama adalah simple untuk body dan susunan tombolnya. Ukuran body sama persis dengan Yaesu VX3R. Namun lebih tebal lagi alias lebih semok. Sempat saya bingung untuk mengoperasikan radio ini. Karena tidak ada tombol menu sebagaimana radio radio lain. Ternyata menunya sangat simple, pakai kombinasi tombol function dan tombol yang ada didepan.
Misalnya mau seting tone tekan Functio + hold sql. Dan banyak lagi.
Hal ini menurut saya pribadi sangat merepotkan, terlalu banyak kombinasi tombol, tidak praktis. Namun disisi lain terasa simple, menunya tidak sebanyak yaesu VX3R.

Ukuran layar dan tulisan jauh lebih besar dari yaesu VX3R. Lebih mudah dibaca untuk layarnya. Dengan backlight warna hijau terkesan fresh.

Untuk charging, menggunakan desktop dengan menggunakan batre seperti batre HP dengan kekuatan 3,7V. Sedangkan antena menggunakan type SMA male, kebalikan dari antena HT cina.

Berbeda dengan yaesu yang volumenya harus menggunakan function, untuk ic-p7a ini sangat simple. Volume cukup menggunakan tombol up down yang ada dibawah layar. Kualitas speker, jangan ditanya untuk ukuran HT sekecil ini. Sama seperti HT seukuran, kualitasnya minim.

Icom IC-P7A mempunyai rentang frekwensi 445 KHz s/d 999 Mhz dengan mode AM, FM dan WFM. Dimana kita dapat mendengarkan siaran radio AM, Pesawat Terbang, radio FM, TV dan amatir radio. Bisa pula mendengarkan polisi di 850 Mhz mode analog konvensional.
Kelebihan HT ini sudah mempunya chanel TV yang sudah terprogram. Kita cukup menekan tombol BAND sampai pada pilihan TV. Lalu putar dial untuk mencari saluran TV, tdk perlu scaning manual.

System memory dan scan bagi saya agak membingungkan. Memory tdk clear walau sdh direset. dan ada penomoran A dan B. Misal 100A dan 100B. Sudah ada beberapa isi memory default d radionya.
Untuk scan pun demikian, dia scan A saja atau B saja atau semua. Saya masih belum bisa scan semua memory yang sudah ditulis.

Overall HT ini layak dimiliki. Untuk pecinta HT mungil yang suka nguping saja, sangat cocok. Pas masuk kantong. Untuk power TX anggap saja bonus. Jangan harap HT sekecil ini memiliki power yang besar, cukup 1.5watt saja. Sayang belum ada jack 3.5mm untuk headsetnya.

Dan setelah menimbang mencermati dengan seksama, akirnya saya kembali ke selera asal yaitu yaesu VX3R.
Icom IC-P7A sudah di barter oleh kawan dengan Yaesu VX3R dus buku komplit.

Untuk manualnya bisa di download di IC-P7A Manual

 

 

3 tanggapan pada “Icom IC-P7A review”

  1. oh…. tuhan….
    kucinta icom….
    ku sayang icom….
    rindu icom….
    inginkan icom…..

    utuhkanlah…..
    rasa cinta dihatikuuu….
    hanya padanya……
    untuk icom…..

Tinggalkan Balasan

Silahkan Masukan jawaban pertanyaan ini, tulis dalam ANGKA saja *