Andhi Wardhana, lahir di Boyolali . Masa kecil dihabiskan di sebuah dusun terpencil di pelosok Jawa Tengah.

Masa TK-SD-SMP di habiskan di desa ini. Masuk  SD di desa (1981 -1987)
Semasa SD ini boleh dibilang sebagai orang desa pelosok. Listrik belum ada.
Andhi kecil kalau ke sekolah tidak memakai sepatu, telanjang kaki. Melewati jalan berlumpur jika hujan diantara sawah-sawah. Sekolahanyapun seadanya. Ke sekolah hanya dapat uang saku Rp.5,- Waktu itu hanya dapat sepincuk bubur, yaitu bubur yang dimakan dengan alas daun pisang.

Lulus SD, melanjutkan ke SMPN 2 Ambarawa.
Sekolah naik colt, berangkat pagi-pagi sekali. Dan colt itupun selalu penuh. Uang saku Rp.300 sehari, yang Rp.200 buat ongkos naik colt PP dengan jarak kira-kira 15KM PP.
Di SMP tdk terlalu menunjukan kepandaian, masih rata-rata ke bawah.
Pelajaran yang paling dibenci adalah MENYANYI. Soalnya paling tidak bisa untuk menyanyi. Jika menyanyi pasti akan menjadi bahan tertawaan teman-teman. Selalu ketakutan jika ada pelajaran seni suara. Pernah dipukul guru gara-gara telat ikut upacara, bukan membandel.
Suasana desa masih sama, belum ada listrik. Satu kampung masih menggunakan rumah dari kayu, lantai tanah. Belum ada rumah permanen.

Selepas SMP, andhi melanjutkan sekolah di kota yogyakarta sambil masuk pesantren krapyak. Dan bersekolah di SMA PIRI 2 Yogyakarta.
Namun disini bandelnya baru mulai.
Tinggalnya dipesantren, tp ngajinya hanya awal-awal saja. Selanjutnya gak pernah mengaji. Selama kelas satu, pulang sekolah kerjanya main saja. Dan juga mulai membolos. Kadang berangkat sekolah jam 10 pagi gara-gara nonton TV dulu. Jika ada pelajaran ga disukai malah nongkrong di kantin. Paling parah adalah membolos sekolah hampir 3 bulan. Setelah 3 bulan, berangkat sekolah dengan was-was, untungnya masih diakui. Kalau soal membolos sehari atau seminggu itu sdh biasa.
Dan disini masih rajin kirim surat dengan pacarnya yang dikampung yg dari masa SMP.
Setelah naik kelas 2, sekolahnya sudah mulai rajin. Sudah jarang membolos sekolah. Dengan teman-temanya sdh dekat semua, termasuk para cewek-cewek. Krn sudah putus dengan ceweknya yang dikampung.
Banyak teman-teman cewek yang sepertinya naksir sama andhi (G-R mode ON).
Selama di SMA PIRI 2 masih tetap tinggal di pesantren krapyak. Banyak kesedihan dialami. Wesel telat datang itu sudah biasa. Gak bisa makan 3 hari sudah biasa. Dalam 3 hari itu andhi hanya minum air sumur langsung dan kadang makan buah belimbing wuluh yang kecutnya luar biasa. Terkadang jika ada sisa makanan temanya di piring yg sdh gak kemakan (ga habis), dimakanya diam-diam. Pokoknya nelongso, tp tidak pernah ada keluhan.
Menjelang kenaikan kelas, pas pelajaran bahasa jerman ada keributan. Sama guru, siapa yg berniat keluar kelas dipersilahkan. Andhi ikut keluar bersama teman lain, akirnya semua yang keluar gak naik kelas pada kelas 2 jurusan IPS.
DI SMA PIRI prestasinya sangat memprihatinkan, ranking 5 bawah.

Karena tidak naik kelas, maka pindah ke SMA Islam 1, tetapi masuk pada jurusan biologi.
Di SMA yang baru, perubahan sangat drastis. Sekolah sangat rajin. Di SMA lama terkesan kuper, disini sangat akrap dengan teman-teman. Berbeda 180 derajat dengan SMA lama. Berangkat sekolah sering ada teman yang jemput, pulangnya juga. Sering main bareng dengan teman-teman pada hari libur atau selepas pulang sekolah. Prestasi sekolahpun selalu unggul rangking 1 atau 2 selama kelas 2 dan 3. Sungguh perbedaan yang luar biasa. Mungkin lingkungan yang mempengaruhi hal ini.
Oh ya, selama di SMA Islam andhi tinggal di kawasan godean. Di rumah temanya. Terimakasih banyak kepada Bapak Musiran sekeluarga yang telah bersedia menampung andhi yang bandel.
Suasana selama sekolah di SMA Islam itulah yang terbaik yang andi rasakan. Termasuk keakraban dan persahabatan dengan teman-teman yang sampai kini masih terjalin, walau lewat media sosial. Beberapa foto masih tersimpan sebagai kenangan. Selama di sekolah SMA Islam, tidak pernah ada konflik yang terjadi dengan teman-teman. Yang ada kebersamaan ang begitu tinggi.
Thanks alot for my best friend: eko, gito, rahmad, agus, pitha, antin, wien, hasan, haidit, baryoto, nana, etc yang semua masih andhi ingat.

Selepas SMA, andhi melanjutkan ke Institut Sains & Tekhnologi “AKPRIND” yogkarta, mengambil jurusan Informatika.
Banyak cerita baru dan babak baru disini.
Awal kuliah andhi kost di daerah janti, ikut dengan temanya eko yang dikenal waktu daftar di akprind dulu. Tetapi eko akirnya memilih universitas lain. Dengan eko sampai sekarang masih terjalin komunikasi yang sangat bagus dan intens.
Tidak begitu banyak restasi pada awal kuliah, semua dijalani dengan wajar. Masuk kuliah juga dengan wajar, tidak pernah membolos. Uang saku pada semester satu adakah Rp.25.000 seminggu termasuk biaya kost.
Kuliah menggunakan bus. Disinilah mulai merasakan suasana kos yang sebenarnya. Dengan teman baru dan suasana baru. Di Janti sesama penghuni kost sangat solid, sering pergi bareng kemana2 naik sepeda atau bus. Dan beberapa kali melakukan pendakian gunung. Gunung yang pertama di daki adalah gunung lawu. Masih ada dokumentasinya.
Semester 3 andhi pindah ke demangan. Disini ibu kost sangat baik, bahkan jika dia masih punya anak cewek katanya akan dijodohkan. Mungkin karena kegantengan andhi kali hehehhehe.
Suasana masih normal, sering main ke teman-teman kampus dengan jalan kaki. Waktu itu sepeda motor blm sebanyak ini, satu kelas saja yang memakai kendaraan sendiri mngkin hanya 5%. Transportasi bus masih menjadi adalan.
Pada 1997 saat pergerakan reformasi andhi ikut aktif. Soal dikejar-kejar polisi waktu demo itu sudah biasa. Sampai puncaknya kerusuhan 1998. Beberapa kali hampir naas. Sampai bersembunyi dibawah kolong mobil segala waktu dikejar polisi. Suasana jogja saat itu sangat mencekam, namun tetap aktif keluar walau malam hari. Tidak kawatir dengan berita beberapa teman telah hilang.
Perjalanan selama kulaih hitam putih telah dilalui. Banyak pengaruh tidak baik dari teman2, untunglah andhi tidak sampai terpengaruh, cuma nyerempet dikitlah. Banyak pergaulan telah dilampaui. Bahkan ada satu keluarga yang anaknya cewek semua sudah menganggap andhi seperti anak sendiri. Pas andhi kecelakaan tidak bisa jalan sebulan, merekalah yang rajin mengantar makanan ke kost andhi. Thanks buat keluarga Bapak (alm) Krido sekeluarga.
Pada masa akir smester, pas skripsi ada tantangan untuk embuatkan beberapa software buat skripsi. Andhi terima saja tantangan itu, walau masih nol sama sekali dan tidak punya komputer. Namun dari sinilah justru menapatkan penghasilan. Dan kenal dengan seorang cewek teman sekelas yang minta dibuatkan skripsi. Satu kelas namun sebelumnya gak kenal, gak pernah saling menyapa.
Namun ternyata cewek ini menjadi pendamping andhi sekarang.

Lulus kuliah tahun 2000 andhi bekerja di semarang di perusahaan kontraktor dengan gaji 250.000 sebulan. Namun pada 2004 andhi pindah kerja ke jogja lagi sebagai IT di perususahaan export asing. Bekerja selama dua tahun, setelah itu pindah ke perusahaan orang korea.
Setelah itu ikut temanya ke pekanbaru dan bengkalis selama 3 tahun.

Sekarang andhi dirumah dengan usaha jual beli online. Dengan penghasilan yang pas-pasan, namun Alhamdulillah bisa buat makan keluarga. Bagi andhi kekayaan atau rasa cukup ada di hati, seberapa besar kita bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Bukan dari harta benda yang kita miliki. Jangan lupa, janganlah dunia ini diletakan di hati. Cukup dalam genggaman saja, jika dunia ini hilang maka kita tidak stress.

Perjalanan yang sangat indah bersama istri dan anak. Alahmdulillah mereka iklas menjalani suka duka. Pernah satu minggu tidak bisa makan, hanya makan nasi basi dg garam saja.
Pernah anak masuk RS mau keluar tidak bisa, karena tidak ada uang.
Apakah kami menyesal? Tidak, justru Alhamdulillah terimakasih kepada Allah SWT yang telah membuat seperti itu. Jadi sekarang faham akan betapa susahnya orang yg tdk bisa makan, dan sudah tidak kaget dengan berbagai kesusahan (kata orang itu kesusahan, tapi bagi kami itu nikmat).
Tidak cuma harta benda, dua orang anak kami sudah mendahului kami menghadap Allah SWT. Walau ada airmata namun kami iklas lahir batin. Semua hanya titipan. Selamat jalan Alif dan Mazna, sampai akir hayat juga tdk akan terlupa. Insya Allah nanti kami orang tua kalian juga pasti akan menyusul kalian.

Sekarang masih merangkak-rangkak dalam pencarian menuju cita-cita terbesar dalam hidup dunia ini. Bukan rumah mewah, mobil mewah, namun adalah jika tiba saatnya nanti berakir dalam khusnul khotimah…. amin….
Tidak mudah menuju cita-cita itu, ujian dan godaan nafsu dunia (nafsu yang jelek / tidak pada tempatnya) masih saja selalu menerpa…..

Hitam putih, baik buruk perjalanan ini telah andhi lalui. Nafsu-nafsu maksiat telah banyak dibuat dengan tertawa. Alhamdulillah Allah SWT masih menunjukan cahaya-Nya untuk mulai hidup yang lebih baik. Itulah bukti kecintaan Allah pada kita, masih dibuka pintu taubat selama nafas masih dibadan
Itulah biografi perjalanan andhi hingga kini, masih belum bisa menulis dengan baik. Akan diperbaiki dari masa ke masa.
Andhi yang di dunia online lebih dikenal dengan mbahpaijo, dibawah ini penampakan seperti apa seh mbahpaijo itu. Klik foto untuk full screen.
Be friend on Facebook: www.facebook.com/andhiwardhana
Twitter: @Andhiwar

Mbah Paijo