images Artikel ini adalah pengalaman pribadi saya. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Sebagai pembuka, sejak dahulu pola hidup saya sangat tidak teratur. Dalam arti seperti pola tidur, pola makan / yang saya makan sehari-hari. Maklum anak kost.

Bermula pada 1998 / 1999 saya sering mengalami batuk yang menahun, batuk ini bisa berlangsung sampai berbulan-bulan baru sembuh. Sejak lama pula saya kadang tapi sangat jarang nyeri dada kiri juga.
Namun mulai sekitar tahun 2000, dada kiri saya mulai terasa nyeri luar biasa. Tembus punggung dan sampai lengan kiri pegal. Ditambah kepala terasa sakit luar biasa. Ini berlangsung sangat lama. Jika saya tidur maka sering saya harus mengoleskan balsam ke dada kiri biar terasa nyaman, barulah saya bisa tidur.
Jika diajak bicara maka sering gak nyambung karena kepala yg terasa sakit sekali.
Namun saya cuek saja, mungkin karena takut bahwa saya kena jantung atau tidak ada uang untuk periksa yang saya alami. Bisa jadi kombinasi kedunya. Bertahun-tahun saya mengalami ini, ditambah jika batuk amsih berlangsung sampai dua tiga bulan.
Pernah suatu ketika saya coba ke alternatif ikut teman. Saya dikatakan kena flue burung. Dikasih obat, namun tidak ada perubahan sama sekali.

Sampai akirnya sekitar tahun 2003 saya diajak oleh orang tua ke alternatif di semarang. Semula saya tidak mau. Namun akirnya mau. Ternyata beliau adalah seorang dokter senior juga, namun membuka alternatif. Seorang guru pagar nusa.
Saya di dikatakan kena lambungnya atau asam lambung. Lho…. nyeri dada kiri sampai tembus belakang kok malah lambung? Dijelaskan bahwa asam yg naik atau lambung yg membengkak bisa menekan paru dan meyebabkan nyeri.
Alhamdulillah saya sembuh setelah berobat beberapa kali di sini, di dokter Heri Semarang. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan oleh Allah SWT.Pantangan yg harus dijalankan adalah makanan pedas dan asam.

Alhamdulillah saya baikan, namun bukan berarti 100%. Karena kadang kalau kambuh, dada kadang msh terasa tdk enak walau tdk spt dulu waik durasi dan rasa. Karena apa? Karena pola hidup saya masih berantakan seperti dulu.
Jika kambuh terasa nyeri sampai ber-jam jam, bahkan kadang berhari-hari. Tenggorokan kadang sakit seperti tersayat.
Beberapa kali di saat tidur saya mengalami hal luar biasa. Keringat dingin, dada kiri rasa sakit, nafas sesak. Seperti mau end saja. Kalau yg seperti ini berjalan singkat dan jarang.
Yang aneh lagi kadang muncul detak lain di jantung. Namun setalah saya baca group GERD di FB itu adalah kedutan, krn kadang saya rasakan di perut juga.

Beberapa dokter spesialis dalam mendiagnosa jantung saya aman-aman saja dan bagus.
Sampai saya periksa LDH, CK-MB, dll semua nilainya normal.
Namun kadang rasa sakit atau panas dan atau nyeri di dada kiri menimbulkan banyak pertanyaan. Apa jantung atau hanya lambung?
Kalau lagi kambuh kadang saya cuek saja, tdk minum obat kadang juga ke dokter. Kenapa tdk selalu ke dokter? Saya kawatir saya kena penyakit berat spt jantung. Secara finansial saya blm mampu utk menghadapi. Jadi seringnya saya cuekin saja.
Bahkan setahun terakir jika perut tdk beres, telinga sampai budek dan mengeluarkan kotoran.

Sampai akirnya seminggu lalu berpuasa. Malamnya sehabis buka dada kiri tiba-tiba nyeri sekali, muncul panik juga. Apakah jantung? Nyeri berlangsung lama sekitar tiga empat jam baru reda, namun masih berasa sampai paginya.
Kesesokan hari, tepatnya malamnya, saya ke dokter penyakit dalam. Ternyata tensi saya tinggi juga, 160. Biasanya 120. Dikasih obat lambung, penurin tekanan darah dan obat penenang. Lha saya tdk stress kok dikasih obat stres.
Saya post di FB, dibaca kawan dan dikenalkan group Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Saya senang dan kaget juga, ternyata banyak yang mengalami hal seperti saya.

Dan setelah saya baca-baca, memang hampir semua mengalami nyeri dada kiri. Dan itu bukan jantung tapi dari lambung. Banyak juga yang mengalami kecemasan tingkat tinggi, sampai keringat dingin dada sesak dan nyeri, lemas. Banyak yg panik. Dan akirnya banyak yg lega setelah saling sharing di group.
Nyeri dada kiri bukanya jantung, tapi karena lambung. Jadi kita yang mengalami nyeri dada kiri jangan panik, jangan langsung memfonis diri kena serangan jantung.

Setelah 15 tahun saya alami hal ini, sampai saat ini saya kadang masih kambuh . Karena sampai saat ini pola hidup saya masih belum benar. MAsih menjadi peakan segalanya.
Semoga dengan adanya forum tsb semakin banyak berbagi dan saling menguatkan. Bisa memberikan enegi positif dari fikiran yang positif.

Satu hal yang sangat berarti yang saya rasakan dari sakit ini, sekarang ini. Karena sakit ini saya bisa dekat dengan Allah SWT. Pas sakit jadi bisa menyebut-nyebut asma Allah dalam setiap tarikan nafas. Yang mana kalau pas sehat akan terlupa. Jadi sakit belum tentu membuat sengsara, tp bisa malah mebuat kita menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Tergantung bagamana saja kita menyikapi.

Berikut adalah artikel dari founder group tersebut:

————————————————————————————————

Banyak teman-teman yang mungkin tidak tahu apa itu penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), mari kita bahas, Gerd adalah gangguan pencernaan dengan kondisi asam lambung yang kembali ke kerongkongan(esophagus), kondisi ini disebut “Reflux”. GERD dapat digolongkan menjadi 2 kelompok yaitu Refluks Non-Erosif (NERD). Komplikasi GERD sebagai berikut, Esophageal (Barrett’s Esophagus, penyempitan esofagus dll) dan Ekstra Esophageal (LPR, batuk kronis,suara serak,pilek kronis dll). GERD terjadi umumnya terjadi akibat Lower Esophageal Sphincter (LES), yang tidak berfungsi normal, LES berupa katup atau cincin yang menghubungkan kerongkongan dan lambung dan berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan. Kondisi reflux bisa dialami oleh hampir semua orang, kecurigaan seseorang menderita GERD, umumnya harus memiliki beberapa keluhan-keluhan berikut, dan berlangsung secara terus-menerus dalam beberapa minggu.

1. Heartburn, yaitu rasa panas terbakar pada dada dan tembus sampai ke punggung.
2. Nyeri dada.
3. Sesak dan rasa penuh pada dada.
4. Regurgitasi, yaitu aliran balik asam lambung, makanan dari kerongkongan ke mulut.
5. Mual
6. Rasa asam pada mulut dan
7. Disfagia, yauti kesulitan menelan
8. Banyak lendir dan suara serak, terutama di pagi hari.
9. radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh
10. Batuk.

Berikut ini adalah penyebab-penyebab terjadinya penyakit GERD, dan membuat LES menjadi tidak normal :
1. Stress
2. Makanan atau minuman yang menyebabkan melemahnya fungsi LES, contoh terlalu banyak kafein, keju, coklat.
3. merokok, alkohol
4. Obat-obatan, contoh golongan NSAID (ibuprofen, alminoprofen, fenbufen, indoprofen, naproxen, dan ketorolac).
5. Peningkatan tekanan perut, karena obesitas atau kehamilan
6. Hiatal Hernia
7. Bile Reflux
9. Penyakit Scleroderma

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah :
1. Endoskopi kalau perlu biopsi.
2. Pemeriksaan radiologi dengan Barium
3. Tes keasaman (pH) esofagus.

Klasifikasi tingkatan penyakit ada 2 Savary-Miller dan Los Angeles classification, dan yang sering digunakan adalah Klasifikasi Los Angeles (LA):
1.Grade A, Erosi kecil-kecil pada mukosa esofagus dengan diameter < 5 mm.
2.Grade B, Erosi pada mukosa/lipatan mukosa dengan diameter > 5 mm tanpa saling berhubungan.
3.Grade C, Lesi yang konfluen tetapi tidak mengenai/mengelilingi seluruh lumen.
4.Grade D, Lesi mukosa esophagus yang bersifat sirkumferensial (mengelilingi seluruh lumen).

Pengobatan, yang dilakukan umumnya untuk menekan produksi asam lambung, biasanya target pengobatan dalam dosis tinggi,  2-3 bulan atau maksimal 6 bulan, dan selanjutnya on demand atau sesuai kebutuhan.
1. Obat golongan antasida, untuk netralkan asam lambung, contoh Mylanta.
2. Obat golongan Antagonis reseptor H2, Sebagai anti sekresi asam lambung, contoh ranitidin, famotidin, nizatidin atau simetidin
3. Obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI), untuk mengurangi produksi asam lambung, contoh Omeperazole.
4, Golongan Obat-obatan prokinetik.

Tindakan operasi seperti pengikatan LES, Nissen Fundoplication, di butuhkan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut :
1. Les posisi terbuka (Open), dengan kondisi status reflux yang tidak dapat dikendalikan dengan bantuan obat-obatan.
2. Faktor Resiko terhadap penyakit lain.
3. Kelainan genetik.
4. Faktor Usia atas resiko kemampuan organ-organ tubuh.

Penyakit GERD dapat dikendalikan, dengan mengubah pola hidup, pola pikir, dan pola makan.
Menurut Dokter Ari Fahrial Syam​, Mengatasi GERD secara alami sebagai berikut :
1. Menghindari  konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat, tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
2. Menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan  jeroan  seperti usus, otak, hati, paru atau limpa.
3. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan.  Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.
4. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas.
5. Hindari minum kopi, alcohol atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD tersebut.
6. Hindari makanan yang mengandung coklat dan keju.
7. Menghindari stress
8. Mengontrol berat badan sampai mencapai berat badan ideal.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan kita semua di berikan kesembuhan oleh Allah, Aamiin.
Untuk teman-teman yang ingin berbagi, silahkan bergabung dengan group facebook yang saya kelola :

Indonesia: GERD Anxiety Indonesia (GAI) :
https://www.facebook.com/groups/gerd.anxie/

International: GERD/Acid Reflux :
https://www.facebook.com/groups/GAI.Support/

Sumber artikel: http://chikosafaraz.blogspot.com/2015/02/mengenal-penyakit-gerd-gastroesophageal.html